Gempar Lotara Kepung Mapolda NTB, Desak Tes Folikel Rambut & Tangkap Kembali Oknum DPRD KLU

Mataram – Gerakan Masyarakat Peduli Lombok Utara (Gempar Lotara) menggelar aksi di depan Mapolda NTB, Selasa (19/05/2026), sebagai bentuk protes terhadap penanganan kasus dugaan narkoba yang melibatkan oknum DPRD Kabupaten Lombok Utara berinisial ES.
Dalam aksi tersebut, massa menyoroti berbagai kejanggalan dalam proses penanganan kasus yang dinilai tidak transparan dan memunculkan dugaan adanya permainan hukum.
Massa aksi mendesak Polda NTB untuk segera menangkap kembali oknum DPRD tersebut dan mengusut kasus hingga tuntas tanpa pandang bulu.
Salah satu tuntutan utama yang menjadi sorotan dalam aksi ini ialah permintaan dilakukan Tes Folikel Rambut (Hair Follicle Drug Test) secara terbuka terhadap oknum DPRD KLU berinisial ES dan Kapolres KLU untuk menjawab keraguan publik.
Koordinator Gempar Lotara, Fendi Herianto, menegaskan bahwa masyarakat tidak ingin hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul terhadap pejabat atau elit tertentu.
“Kami datang membawa keresahan masyarakat. Jangan biarkan hukum dipermainkan. Jika memang bersih, buktikan lewat tes folikel rambut secara terbuka. Rakyat hari ini ingin kejujuran, bukan sandiwara penegakan hukum,” tegas Fendi Herianto.
Ia juga menegaskan bahwa aksi hari ini bukan akhir dari perjuangan mereka. Gempar Lotara memastikan akan kembali turun dengan massa yang lebih besar apabila tuntutan masyarakat tidak direspons secara serius oleh Polda NTB.
“Ini baru awal. Jika tuntutan kami diabaikan, kami pastikan akan ada aksi lanjutan dengan gelombang massa yang lebih besar. Kami tidak akan diam melihat dugaan permainan kasus narkoba di Lombok Utara,” lanjutnya.
Selain menuntut tes folikel rambut, massa juga mendesak Polda NTB mengusut dugaan suap dalam penanganan kasus tersebut, melakukan tes urine ulang secara transparan, serta membongkar jaringan narkoba di Lombok Utara hingga ke akar-akarnya.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan mendapat perhatian luas dari masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus tersebut.
